December 19, 2005

pindah - pindah….

Filed under: macem - macem

Mungkin berita ini agak basi, tapi pagi ini saya barusan dapet email dari sitemeter yang berisi statistik dari blog ini. Ternyata blog ini ada juga yang lihat ya :D

Tapi berhubung domain saya yang [ achmadi.net ] sudah kelar (setelah idul fitri). Dan sudah terjadi beberapa posting ke blog yang baru tersebut, maka saya rasa saya perlu untuk buat tulisan di blog ini mengenai kepindahan saya. Ya… istilahnya macam pres release lah..

Pemilihan waktu untuk mengumumkan kepindahan ini secara resmi didasarkan pada rating di google yang sudah masuk halaman pertama untuk keyword achmadi, didik achmadi dan didik [narsis narsis nho….. :p].

Hingga saat ini proses pemindahan tulisan dari blog ini menuju http://achmadi.net sudah lengkap, cuman masih males pindah comment dari blog lama. Shoutbox juga sudah dipindah, fungsi analisis dari google analytics juga sudah dipasang. Cuman kurang theme aja.. [kemaren barusan belajar Potoshop dikit, masih newbie banget kalo urusan grafik]

Alasan kepindahan menuju space dan hosting yang berbayar dikarenakan alasan kemampuan finansial [udah ada duitnya], supaya agak sedikit prestise [ingat !! gratisan means NORAK !! hehe…. hi Oy !!!], dan alasan lainnya. Tapi alasan utama adalah untuk tempat aktualisasi diri melalui media tulisan yang [semoga] masih dapat tetap terus dipelihara hingga akhir hayat kelak [semoga….].

Sebagai tambahan, terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah sudi mengunjungi blog saya, mengirimkan komentar ataupun review [eh… ada yang nge-review gak ??] selama ini. Stu hal yang pasti, saya yakin sepenuhnya bahwa media blog sangat membantu mengembangkan potensi diri, baik dalam hal intelektualitas, jaringan, ataupun nilai-nilai lainnya.

Anyway, pamit dulu semuanya !! Sampai ketemu di tempat yang baru.

November 1, 2005

Sekilas perjalanan menyusuri ruangan bawah tanah Lawang Sewu

Filed under: macem - macem

Menjelang akhir bulan ramadhan, di area Lawang Sewu diselenggarakan pameran barang kesenian dengan tema Tjap Tjeret Tempo Doeloe. Pameran ini kebanyakan diisi oleh toko barang antik, perusahaan furnitur dan kain batik yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Pameran tersebut diselenggarakan tanggal 25 – 30 September 2005. Selama pameran tersebut, terdapat acara tambahan yang diselenggarakan panitia penyelenggara, yiatu tur singkat menyusuri area bawah tanah Lawang Sewu.

Pada tulisan saya terdahulu, telah saya sebutkan sedikit hal mistis yang menyelimuti area Lawang Sewu, nah…. ruangan bawah tanah merupakan salah satu ruangan yang [kabarnya] terbilang cukup membuat bulu kuduk berdiri, hal tersebut cukup membuat saya pribadi ingin merasakan sensasi tersebut [awalnya sempat ragu-ragu sih, tapi akhirnya pe de juga]. Biaya tur sebesar Rp. 5000 [lima ribu rupiah], biaya sebesar ini terbilang murah dibandingkan dengan sensasi yang dirasakan sebelum, selama dan setelah selesai tur tersebut.

Tur diselenggarakan baik waktu siang ataupun malam, namun saya memilih waktu malam, selain karena sempatnya cuman saat itu juga, saya juga ingin merasakan sensasi tur malam hari. Kalau siang hari bolong gak seru dong, meskipun [mungkin] sama-sama gelapnya :p. Waktu itu hari sabtu, tanggal 29 Oktober 2005, sehari sebelum penutupan festival Tjeret Tjap Tempo Doeloe.

Tur dimulai setelah waktu maghrib, sekitar jam ½ 7 hingga jam 7 malam dan berakhir dalam waktu kurang lebih ½ jam. Dalam peraturan tur tersebut dituliskan bahwa :
1. Peserta tur tidak boleh berkata kotor
2. Peserta tur dilarang membuang sampah sembarangan
3. Peserta tur jangan sampai berpikiran kosong
4. Wanita yang sedang berhalangan [menstruasi/haid] dilarang ikut
dan masih banyak lagi… [tepatnya 10 item, tapi saya lupa detilnya :p]

Pada peraturan disebutkan bahwa peserta tur minimum 10 [sepuluh] peserta, namun saat itu peserta tur hanya dua orang, saya dan salah satu sobat saya, Karnadi. Teman saya mengatakan kalau misal hanya dua orang dia nggak mau, tapi waktu saya bilang ke panitia kalau saya gak ada masalah dengan itu, dia akhirnya mau ikut juga :p.

Ruangan bawah tanah bisa dicapai melalui salah satu ruangan yang terdapat di lantai 1. Ruangan tersebut memiliki tangga [dari kayu jati dan masih asli sejak waktu pembuatan] yang terhubung dengan area bawah tanah. Waktu masuk, kita diminta untuk melepas alas kaki dan menyalakan senter, tujuan melepas alas kaki semata-mata untuk menghindari kerusakan alas kaki kita, karena ternyata area tersebut tergenang air, dan cukup becek. Setelah berdoa, kita masuk ke area tersebut. Kesan pertama yang dirasakan setelah masuk area tersebut adalah gelap. Benar-benar gelap gulita, tidak ada penerangan sama sekali, dan tergenang air kurang lebih 5 – 10 cm. Tur tersebut dipandu oleh salah satu panitia yang bernama Abdul Haris. Usianya sekitar 50-an, sosoknya keras dan kokoh, dari raut mukanya terlihat bahwa dia sudah banyak makan asam garam kehidupan. Waktu awal perjalanan kita dibekali dengan lilin dan dupa. Lilin digunakan untuk membantu penerangan supaya kita lebih mudah membaca area, sedangkan dupa digunakan untuk … ah, sudahlah… saya juga kurang paham mengenai kegunaan dupa selain untuk aroma ruangan.

Pada saat pertama kali kita masuk area bawah tanah, pemandu tur mengatakan sesuatu, kuran glebih seperti ini.
“Mbah.. nuwun sewu.. mboten nganggu lo mbah…. cuman bade liwat…”
ya.. kurang lebih seperti itu lah.. saya juga kurang jelas mendengarnya. Dalam bahasa Indonesia diartikan kurang lebih seperti ini
“Mbah… permisi… kita tidak ingin mengganggu… hanya lewat…”
Mungkin ini adalah salah satu cara untuk minta ijin lewat area tersebut. Karena saya tidak tahu apakah ada “penunggu” disana dan tidak diberi kemampuan untuk “melihat”, saya mengiyakan saja.. Btw, sempat merinding juga sih :p.

Ruangan bawah tanah Lawang Sewu berbentuk persegi dan jalur yang kita lewati mengitari bangunan utama Lawang Sewu, atau bisa disebut sebagai pondasi dan saluran air. Pada jalur yang kita lewati selama tur, terdapat pipa air peninggalan Belanda yang masih terlihat kokoh hingga saat ini. Untuk urusan yang satu ini saya salut dengan para penjajah kita. Track sepanjang beberapa ratus meter ini seluruhnya becek dan tergenang air, pada beberapa area, ketinggian air mencapai kedalaman hingga sekitar 15 cm. Selama perjalanan, kita menyalakan lilin dan dupa pada beberapa titik, hampir di setiap ruangan yang kita lewati, kita nyalakan lilin dan dupa, kemudian kita letakkan masing-masing satu buah di tempat tersebut.

Memang, selama perjalanan, sempat terdengar suara-suara aneh seperti dengungan, kemudian sedikit suara berisik, dan hal-hal lainnya, tapi entah kenapa, perasaan saya mengatakan bahwa semuanya bakal aman dan terkendali. Ruangan bawah tanah bagian tengah terdiri dari ruangan yang bersekat-sekat tanpa pintu dengan ketinggian tembok sekitar ½ meter. Saya menanyakan kepada pemandu kegunaan ruangan tersebut, namun jawabannya kurang memuaskan, pada awal mula, dia mengatakan bahwa ruangan ini bisa jadi merupakan tempat tahanan, namun keterangan dia berikutnya dia meminta kita menafsirkan fungsi ruangan tersebut. Pada salah satu area, terdapat sekat-sekat setinggi langit-langit [ketinggian langit-langit sekitar 2 meter] yang terlihat seperti kamar kecil.

sekat kotak ruangan tengah

Saat mendekati ruangan tengah, pemandu kami mengatakan bahwa kalau misal kita punya uang receh, tolong dilemparkan beberapa ke area bawah tangga [tempat kita masuk pertama kali], karena pada tempat tersebut saat pertama kali ditemukan, terdapat banyak tengkorak manusia. Wakss… saya sempet kaget waktu mendengar keterangan ini, spontan saat itu juga saya merogoh kantong mencari receh [alhamdulillah ada dikit, 300 perak, ] seketika itu juga receh tergenggam erat di tangan. Heheheh….

Pada beberapa area, terdapat bekas renovasi, salah satunya terlihat beberapa lubang yang ditutup. Lubang tersebut sebelumnya [kelihatannya] merupakan lubang yang sengaja dibuat, bukan lubang akibat kerusakan, rekan saya sempat bertanya kepada pemandu kami dimana letak lorong yang menghubungkan antara Lawang Sewu dan SMAN1 serta SMAN 3 tapi sayang sekali pemandu kami tidak mengetahui dengan persis keberadaan lorong tersebut. Pada beberap sisi ruangan terdapat pintu besi yang menjadi jalan keluar dan langsung terhubung dengan halaman luar, namun kebanyakan pintu tersebut sudah ditutup.

Pada akhir perjalanan kami menemui tembok dengan lobang berukuran 1 * 0.5 meter berbentuk bujur sangkar dengan ketinggian lobang tersebut sekitar 1 meter dari permukaan tanah. Di sebelah tembok tersebut terdapat ruangan berukuran sekitar 4 x 4 meter dengan sekat-sekat setinggi 0.5 meter. Pemandu kami mengatakan bahwa ruangan ini mungkin digunakan untuk penyiksaan tahanan. Entah ini hanya perasaan saya saja atau memang benar, tapi ruangan tersebut terasa agak “berbeda” dibandingkan dengan lorong yang kami telusuri. Meskipun begitu mulut saya mengatakan “Oo… ini toh… biasa aja tuh”.

sekat panjang ruang tengah

Saya heran, selain lorong yang kami telusuri, seluruh penghubung antar ruangan berketinggian sekitar 1 meter. Sedangkan seluruh sekat yang terdapat di ruangan tengah semuanya kurang lebih seragam, berketinggian sekitar 0.5 meter. Sekat-sekat tersebut tidak memiliki celah antara, jadi hanya seperti ruangan yang dikotaki kecil-kecil saja.

Mohon maaf bila tidak ada foto yang menyertai tulisan ini, selain dikarenakan larangan untuk memotret, saya juga sedang tidak membawa kamera saat itu :D .

Pada akhir ruangan, kita dibawa mengitari kembali beberapa bagian yang tadi baru saja kita lewati saat awal sekali lagi, supaya lebih mengenal dengan baik area tersebut. Dengan panduan nyala lilin yang baru saja kami pasang pada beberapa bagian ruangan, kondisi global seluruh area tergambar lebih jelas di pikiran kami, makasih pak ……

rute perjalanan

Ketika kita mengakhiri tur, lewat area dekat tangga, saya lemparkan beberapa koin uang ke tempat yang [kabarnya] berisi banyak tengkorak manusia ketika pertama kali ruangan bawah tanah tersebut ditemukan. Terlihat secara jelas banyak sekali koin receh di area tersebut. Ruangan tersebut berukuran sekitar 3 x 3 meter, dengan sekat tembok memanjang di ruangan tersebut dengan ketinggian sekitar 0.5 meter. Setelah itu, kita kembali ke lantai satu, naik tangga. Waktu naik tangga, tiba-tiba senter yang saya pegang mati…. Ooops… alhamdulillah, matinya sekarang, enggak waktu tengah-tengah perjalanan…

tempat lempar koin yang dulunya banyak ditemukan tengkorak

Area yang kita lewati saat tur tersebut salah satunya merupakan area uji nyali yang digunakan saat syuting Dunia Lain di Trans TV. Mungkin para pemirsa acara tersebut masih ingat waktu acara uji nyali tersebut terlihat dengan jelas bayangan sosok perempuan berambut panjang berbaju putih mendekat ke arah kamera dan peserta uji nyali tersebut. Nah… kita lewat area itu juga. Waktu kita tanya soal acara tersebut, pemandu mengatakan bahwa para “penunggu” Lawang Sewu memang dipersiapkan khusus untuk acara tersebut. Jadi, kru mempersiapkan berbagai “syarat” yang diperlukan, kemudian mengumpulkan “penunggu” Lawang Sewu pada salah satu area, kemudian dilakukan pembagian tugas, siapa yang bakal datang dan mengganggu peserta uji nyali tersebut.

Episode Lawang Sewu tersebut merupakan salah satu episode acara Dunia Lain yang memiliki rating tertinggi dan banyak sekali yang meminta pemutaran ulang acara tersebut. Salah satu penyebab tingginya rating adalah karena penampakan mahluk halus tersebut terlihat dengan cukup jelas. Wah… kalau saya ingat episode tersebut sempat merinding juga… :p.

Which file extension are you

Filed under: macem - macem

my extension is jpg

Got it from alex’s blog. Just try to figure out what does my “file extension” based on some kick ass quiz

October 30, 2005

Sedikit Tentang Lawang Sewu

Filed under: macem - macem

Lawang Sewu ? Apakah yang pertama kali terpikir di benak anda semua bila mendengar kalimat ini ? Bilakah anda langsung teringat pada suatu makanan nikmat ? Atau mungkin pikiran anda langsung tertuju pada sosok seseorang ? Bila pertanyaan ini tertuju kepada saya, jawaban saya [mungkin] akan bersinggungan dengan tempat horor, angker, eksotis dan indah. Ya, indah sekaligus mistis, kenapa ? Kenapa harus saya katakan hal-hal seperti itu ? karena ini adalah kenyataan. Entah percaya atau tidak tergantung anda menyikapinya [agak sedikit mirip dengan suatu slogan tayangan misteri di salah satu stasiun televisi rupanya :p]

Lawang sewu merupakan salah satu sosok bangunan yang berdiri tegak, tegar menatap perkembangan kota Semarang. Letaknya tepat di jantung utama kota tersebut, di salah satu sisi persimpangan Tugu Muda, strategis, terbuka luas dan mudah sekali menemukannya [kalau sampai kesasar kebangeten banget :D ]. Tempat ini secara hukum berada di bawah kekuasaan dinas PJKA [kelihatannya sekarang instansi ini berubah nama menjadi perum atau persero]. Bangunannya tegak berdiri selama [mungkin] seabad lebih, dibangun oleh bangsa Belanda yang sempat merasakan nikmatnya bumi Nusantara.
lawangsewu1

Kenapa dinamakan Lawang Sewu ? Lawang Sewu terdiri dari kata Lawang dan Sewu. Lawang artinya adalah pintu, dan Sewu berarti seribu. Bila diartikan secara harfiah menjadi Seribu Pintu. Entah siapa yang menamakan bangunan tersebut dengan Lawang Sewu, yang jelas nama tersebut tetap lekat hingga saat ini. Dari namanya jelas komponen pintu menonjol, karena pintu yang terdapat di ruangan ini sangat banyak [penulis belum pernah menghitung secara pasti]. Kabarnya, dulu bangunan ini adalah bangunan untuk pengurusan administrasi dan kemiliteran bangsa Belanda yang ada di Semarang.

Bangunan Tugu muda terbuat dari campuran bata, semen, pasir, kayu [jati tentunya], sebenarnya komponen dasarnya biasa saja, seperti bangunan saat ini. Namun ada beberapa yang membedakannya dengan bangunan-bangunan kontemporer, diantaranya adalah kualitas bahan bangunan, desain, serta tentu saja kualitas pengerjaannya. Saya teramat sangat sanksi bila saat ini orang Indonesia memiliki dedikasi yang sama seperti dengan “rasa” serta kualitas seperti lawang sewu. Setelah sekian lama, masih tetap tegak, dengan bahan yang relatif belum berubah [hanya perbaikan kosmetik di beberapa lapisan luar saja]. Lantai yang digunakan masih tetap sama, pondasi yang menopang keseluruhan bangunan belum banyak berubah, panel jendela dan pintu [sebagian besar] masih relatif sama, bahkan material untuk teras belum berubah, mungkin hanya mengalami pengecatan di sana sini.

Struktur bangunan terdiri dari dua buah lantai, ruangan bawah tanah, serta beberapa bangunan yang berdiri terpisah [kelihatannya sekitar 4 buah bangunan kecil mengelilinginya]. Lantai pertama [akhir-akhir ini] kadang-kadang digunakan untuk menyelenggarakan ajang eksibisi, namun lantai kedua dan lantai bawah tanah biasanya tertutup untuk umum. Bangunan-bangunan penunjang yang mengelilinginya dibiarkan terbengkalai, kecuali salah satu bangunan yang terletak di sisi timur yang digunakan sebagai tempat tinggal.

Kondisi bangunan secara umum menurut penilaian saya masuk ke kategori memprihatinkan hingga sangat memprihatinkan. Mengingat kebesaran namanya yang disandang hingga kini, bangunan ini sangat tidak terawat, perawatan yang diberikan tidak sebanding dengan nilai historis yang terdapat disana. Kaca jendela yang terbuat dari kaca sudah banyak [sekali] yang pecah, beberapa pintu sudah rusak, rumput yang tinggi dan tak terawat di sisi tengah maupun belakang bangunan, lantai yang kotor dan kusam. Bahkan ada ruangan di sisi belakang di lantai satu yang difungsikan sebagai kandang ayam, ya…. kandang ayam. Saya sangat terkejut dan heran dengan kondisi tersebut.

Pada awal mula tulisan ini saya mengatakan secara implisit bahwa Lawang Sewu menyimpan nuansa mistis, hal ini bukan merupakan opini pribadi melainkan kenyataan yang sudah dibuktikan oleh berbagai pihak. Pemirsa tayangan misteri Dunia Lain yang ditayang kan di TransTV mungkin pernah menyaksikan uji nyali yang dilakukan di bangunan ini dan hasilnya peserta yang bersangkutan gagal untuk menyelesaikan tugasnya. Pada tayangan tersebut terlihat sosok bayangan menyerupai wanita berambut panjang dengan pakaian putih yang datang mendekat ke peserta uji nyali tersebut. Sosok tersebut terlihat jelas di rekaman video. Selain itu banyak sekali kejadian [kebanyakan masih berupa cerita] mistik yang disaksian oleh orang-orang di sekitar area Lawang Sewu.

Pernah tersiar kabar bahwa Lawang Sewu akan dijadikan hotel beberapa tahun silam, namun sepertinya hal tersebut tidak pernah terlaksana. Faktor penyebab tidak terlaksana pembangunan tersebut juga tidak jelas hingga sekarang [mungkin ada yang bersedia menambahkan ?].

Ada beberapa hal menarik sehubungan dengan Lawang Sewu, diantaranya adalah adanya lorong yang menghubungkan antara Lawang Sewu, SMAN 3 Semarang [di Jalan Bodjong atau Pemuda] dan SMAN 1 Semarang [jalan Mentri Soepeno]. Lorong tersebut digunakan oleh para pejuang kemerdekaan untuk lolos dari kejaran musuh. Pada saat saya menanyakan hal tersebut dengan salah satu orang yang “tahu banyak”, dia mengatakan bahwa lorong tersebut telah ditutup dan tidak diketahui keberadaannya. Sayang sekali bila hal tersebut tidak terdokumentasi dengan baik. Karena aset sejarah semacam ini sangat langka di dunia, mungkin bila para profesional dunia film berniat untuk mengangkatnya ke layar kaca ataupun layar perak dengan sedikit tambahan cerita yang kuat, pasti akan berpengaruh banyak.

Belum lagi mengenai kisah tengkorak yang ditemukan di salah satu ruangan bawah tanah yang [kabarnya] berjumlah sangat banyak, kemudian kisah pembantaian serta kekejaman perang yang pernah terjadi di bangunan ini. Bila ada saksi sejarah yang bersedia menceritakan berbagai hal tentang bangunan ini, saya dengan sangat senang hati untuk mempublikasikannya di Internet.

Btw, saya pernah memasuki area bawah tanah yang digunakan pada prosesi uji nyali dan berbagai kejadian buruk masa lalu tersebut, memang kondisi ruangan tersebut cukup membuat nyali kecut. Untuk deskripsi ruangan bawah tanah tersebut, mungkin akan saya kemukakan nanti. Silakan tunggu tulisan berikutnya :p

October 8, 2005

surat buat tina

Filed under: macem - macem

Maaf untuk diriku sekiranya [mungkin] masih susah untuk kau haturkan. Namun sedikit untaian huruf dan senarai kata dalam tulisan ini setidaknya dapat sebagai awal dari janji yang pernah aku ucapkan dan tuliskan kepada-mu untuk mengirimkan tulisan tanganku melalui surat yang hingga detik ini [ternyata] masih tersimpan di kamarku dengan alasan yang belum bisa kumengerti.

Tulisan berikut ini khusus untuk salah seorang sahabat terbaikku [yang hingga saat ini tetap belum berubah, tetap sebagai salah satu sahabat terbaikku],

CHRISTINA R. NAYOAN

Sedikit bernostalgia dengan kilatan memori masa lampau, menelusuri jejak perjalanan nafas hingga detik ini membuatku mengecap sedikit perasaan haru dan takjub akan berbagai hal yang pernah dipahatkan ke dalam cadas ingatan hamba-Mu ini. Perasaan inilah yang mengantarkan keinginan-ku saat ini untuk kembali mem-”bayar” hutang kepada salah seorang sahabat baikku yang takkan pernah aku lupakan.

Salam buat kamu Na, semoga keadaan kamu selalu jadi yang terbaik.

Maaf kalau baru saat ini aku tuliskan surat ini untuk kamu. Tujuan-ku buat tulisan ini lebih untuk menghormati keberadaan kamu, serta sedikit “membayar” hutangku untuk menuliskan beberapa percik senarai kata untuk kau baca. Surat kamu ternyata hingga saat ini belum terkirimkan. Mohon maaf ya na, sekali lagi maaf. Aku kira surat itu sudah terkirim, tapi ternyata masih terselip di tengah-tengah tumpukan berbagai dokumen yang ada di kamarku. aku pasti [insya ALLAH] akan mengirimkan surat yang sebenarnya, tulisan tangan-ku sendiri, khusus untuk kau baca, tapi setidaknya tulisan ini dapat menjadi sedikit pengantar untuk mengingatkan bahwa seorang Didik Achmadi masih mengingatmu tanpa terkecuali seperti masa dahulu.

Semoga kamu tetap menjadi wanita yang secara penuh bisa mengabdikan berbagai cakupan ilmu yang telah kau pelajari sebelumnya serta mengamalkannya demi kemajuan diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar serta lingkungan yang jauh lebih luas. Aku sangat yakin, dengan kemauan dan kemandirian yang telah kau tunjukkan, serta ditunjang kecerdasan alamiah yang kau miliki, pasti mahasiswa-mu bisa mendapatkan ilmu dengan cara mereka sendiri.

Hampir tiga tahun sepertinya sejak keberangkatanmu ke daerah timur negara ini pertama kalinya. Tidak terasa telah berpuluh purnama melewati masa-masa tersebut, pasti banyak hal telah terjadi selama perjalanan mengiringi tapak langkah sang waktu, lengkap dengan segala ungkapan tawa, tangis, jerit dan gejolak hati yang tak terhitung banyaknya bila dibandingkan dengan setiap lekuk dan tonjolan di tubuh kita [jangan berpikir yang bukan-bukan yah.. :p].

Kilas terakhir pertemuan kita masih dapat aku ingat dengan jelas tanpa perlu berkerut kening dan menggaruk-garuk kepala. Namun fragmen-fragmen yang kita perbincangkan saat itu mulai lepas satu persatu dari lembar sel memori di otak yang semakin tua ini. Tua ?? ya, kita bertambah tua kan, semakin berkurang umur kita, semakin bertambah kedewasaan diri kita [semoga… ] ………………

Satu hal yang perlu untuk diketahui adalah saat ini sebagian beban besar bernama “perkuliahan” sudah melepaskan cengkeraman dirinya dari “sukma” ini. Amanat orang tua [yang sebenarnya kurang aku sukai iklimnya] telah berhasil aku selesaikan, meskipun langkahnya terbilang “tidak lazim” bagi orang-orang pada umumnya. Namun begitu, aku sangat menikmati ketidaklazimanku selama ini, aku yakin dengan pasti bahwa segala hal yang tidak lazim, atau bahkan yang kurang lazim di masyarakat akan mendapatkan persepsi yang [sebagian besar] cukup miring di mata dan impuls pikiran orang-orang tersebut. Bahkan, aku selalu mendambakan untuk menjadi sosok yang tidak lazim di tengah-tengah masyarakat luas.

Tapi kenapa ?? kenapa Didik mau menjadi orang yang “tidak lazim” ?? Sering sekali pertanyaan tersebut melintas menghujani aliran informasi di panca inderaku. Mungkin kamu sendiri juga akan mengungkapkan pertanyaan seperti itu (correct me if i’m wrong / CMIIW) :p. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, aku minta kamu sedikit mengulang lintasan film di ingatanmu yang berisikan tentang seorang rakyat jelata bernama “Didik Achmadi”. Ingat -ingatlah berbagai fragmen kecil yang mengisyaratkan bahwa sahabatmu ini [mungkin] dipersiapkan untuk menjadi orang yang “kurang lazim” di tengah - tengah budaya mapan di masyarakat. Ingatlah bahwa sobatmu yang fakir ilmu ini terkadang mengungkapkan sesuat dengan cara pandang yang mungkin terbilang “nyeleneh” dan terlalu bersifat hiperbolis. Ingatlah berbagai kejadian tersebut, karena hanya orang-orang yang mampu untuk mencermati langkah-ku lah yang pasti akan memahami ketidaklazimanku. Aku yakin nurani-mu dapat menjawab pertanyaan tentang ketidaklazimanku, karena ketulusanmu selalu dapat aku andalkan hingga saat ini, meskipun jarak dan waktu interaksi kita sangatlah panjang tapi aku tetap dapat merasakan ketulusan nuranimu hingga saat ini.

Hingga detik ini aku masih berusaha untuk mewujudkan salah satu impianku untuk menjadikan kondisi pendidikan di negara ini menjadi lebih baik dengan segala ilmu dan kemampuan yang telah aku miliki. Kenapa pendidikan ? karena aku yakin sepenuhnya bahwa bangsa ini dan segala isinya sebenarnya adalah sebuah berlian kasar, berlian yang terpecah-pecah dan terbungkus berbagai kerak kotor yang telah melekat erat, bahkan hampir menjadi satu dengan inti keindahan tiada tara tersebut. Kamu masih menjadi pendekar pendidikan kan Na ? kalau masih , berarti kita masih berada di jalan yang [mungkin] searah, semoga saja untuk waktu-waktu mendatang kita bisa saling membantu, menyumbangkan kemampuan kita satu sama lain, semoga…………………………

Cara yang aku tempuh dalam mewujudkan misi-ku ini masih terbilang baru untuk takaran pola pikir masyarakat luas saat ini, bahkan aku pernah ditertawakan dan dikatakan mustahil saat mencoba menceritakan sedikit buah pikir-ku ini kepada salah seorang kawan baik. Tapi aku yakin, suatu saat nanti hal-hal inilah yang akan menjadi dasar setiap tindakan kita, hal-hal tersebut akan menjadi nafas kehidupan kita sehari-hari. Kelak karya ini bukan merupakan sesuatu yang harus ditakuti, bahkan akan menjadi nafas kehidupan setiap orang di dunia.

Mungkin untuk saat ini sedikit “curah pikir” yang sekedarnya ini dapat mengawali silaturahmi kita yang sempat terputus untuk waktu yang sangat lama sekali. Sebagai penutup aku mengucap maaf , maaf dan sekali lagi maaf untuk segala kealpaanku [yang masih tetap belum berubah] akan segala hal yang mungkin saja membuat hatimu menjadi tergores, bahkan terluka.

Salam hangat selalu, juga untuk belahan jiwamu [Tini] serta seluruh keluarga besar dan sahabat-sahabatmu.

Didik Achmadi

October 1, 2005

SMS dari DEPKOMINFO

Filed under: macem - macem

Kira - kira 5 menit yang lalu dapet sms dari orang yang mengaku namanya DEPKOMINFO. tulisannya macem gini nih.

BBM terpaksa dinaikkan, agar subsidi dapat dialihkan dari orang kaya kepada rakyat miskin. Bantu awasi SUBSIDI TUNAI kepada rakyat miskin. Terimaksih.DEPKOMINFO

Sender:
DEPKOMINFO

Nah.. SMS macem gini dulu pernah dilakukan juga oleh presiden kita SBY. Pertanyaan yang sama terulang dan teutep belum terjawab.

1. Darimana pihak DEPKOMINFO (mis. yang kirim bener2 depkominfo) dapet nomer henpon saya ?

2. Apakah ini diacak atau khusus ditujukan kepada nomer2 tertentu saja ? Kebetulan nomer yang saya pakai adalah pasca bayar, meskipun tercatat oleh telco’s provider ybs, tetep saja mereka gak bisa memberikan akses nomer saya secara bebas. Kalau misal disalahgunakan bagaimana ?

3. Kalau misal nomer pra-bayar juga ikut kena kirim, apakah proses penyebaran SMS tersebut secara acak ? bila acak berapa jumlah SMS yang terkirimkan, hubungannya entar ke duit dong….

4. Berapa duit yang dialokasikan untuk mengirimkan SMS massal seperti ini ? Apa gak lebih baik kalo duit buat publisitas ini dialihkan buat subsidi ke masyarakat miskin ?

5. Atau apakah ini hanya trend sesaat ???

September 30, 2005

Pekerjaan baru yang lagi nge-trend

Filed under: macem - macem

Beberapa hari ini aku (kebetulan) sering denger orang-orang ngomong gini

“Eh, aku pergi dulu ya, mau ngantri bensin”

Entah mereka mengatakan ini dalam konteks sindiran ataupun tulus. Meskipun demikian, hal ini tetep mengganggu pikiran-ku. Kenapa musti ganggu ?? Karena antri bensin (BBM dalam arti lebih luas) telah menjadi salah satu kegiatan yang diberi alokasi waktu serta konsentrasi secara penuh. Padahal sebelumnya kalau cuman antri BBM (bensin, solar, minyak tanah, etc), orang-orang melakukannya sebagai selingan saja, bukan sebagai tujuan utama.

Di kota tempat tinggal saya (Semarang), pemandangan antri BBM telah menjadi pemandangan yang umum akhir-akhir ini (sekitar 2 - 3 minggu terakhir). Awalnya terlihat “tidak nyaman”, namun secara berangsur-angsur masyarakat mulai realistis dan menerima kenyataan “pahit” bahwa negara Indonesia tercinta yang kabarnya kaya dengan sumber daya alam ini harus tersiksa di negerinya sendiri.

Bilamana kegiatan yang sebelumnya dianggap “sepele” (maaf kalo ada yang tersinggung) tersebut telah menjadi salah satu kegiatan utama, maka tingkat produktifitas masyarakat umum jelas pasti akan menurun. Tingkat keberhasilan sesorang untuk menjadi lebih baik, lebih produktif dan efisien adalah bilamana orang tersebut mampu menjadikan sesuatu yang penting dan krusial menjadi hal yang biasa-biasa saja ataupun sebagai hal yang sepele. Semakin banyak proses yang bisa disederhanakan, bisa dikatakan bahwa dia menjadi semakin produktif dan efisien.

Ok, kita coba berhitung sedikit.
Misal dalam waktu satu minggu antri bensin selama 2 jam, bila dikalikan dengan jumlah kendaraan sebanyak 2000 unit aja deh, berarti udah ilang waktu sebanyak 4000 jam seminggu.

Nha loh!!! itu baru kendaraan 2000 biji, kalo lebih ?

4000 jam seminggu, misal satu jamnya dijadiin kerja bakti bersihin saluran aer (got, ato semacamnya lahh) dapet 3 meter (udah, 3 meter aja, jangan banyak2). Berarti kalo 4000 jam kerja, bisa dapet 12000 atawa 12 kilometer meter saluran air yang bersih.

Sebenarnya itungan sederhana macem gini tuh udah mahfum buat analisis dasar kalo di negara-negara londho sana. Cuman “kebanyakan” para “keparat pemerintah” disini tuh lebih suka ongkang-ongkang kaki makan gaji buta daripada susah-susah mikir gimana supaya berbagai proses yang ada di negara ini bisa jauh lebih efektif dan efisien.

Btw, ini cuman itungan kasar (kasar banget malah), so.. kalo ada yang perlu buat diralat silakan, monggo…. daku menerima segala macam kritikan, saran, dan sumbangan dalam bentuk apapun, apalagi transfer uang lewat bank :D

Eh, fenomena antri BBM ini ternyata memberikan inspirasi tentang salah satu unit usaha baru yang (misalnya) digarap dengan serius bakalan jadi fenomena yang membangun dan menghasilkan loh…

So, silakan lihat di postingan berikutnya (insya 4JJI)

salam

*sigh, PERTAMINI emang SUXX !!!*

September 28, 2005

1 malem bisa ngapain aja ?

Filed under: macem - macem

Ini melanjutkan postingan kemaren, si rendy ma azil pada bingung maksud postingan yang kemarean ngapain.. so, ini konpirmasinya.

Pada hari senin, tanggal 26 september 2005 pagi hari menjelang siang kita (daku, rifqi en candra) masih makan siang di pecel bu sumo, en suddenly / ujug-ujug ada telpon berdering dari mas budi yang minta kita supaya backup pembuatan warnet / internet-center + wartel di jalan pahlawan. Ok, kita sih siap-siap aja, jam 4 diminta dateng ke plasa buat ngeliat kondisi terakhir sekaligus set-up sistem client+server.

Kita on-time sekitar jam 3-an dateng ke plasa, ternyata busyet….. lokasi yang seharusnya buat internet center masih penuh sisa-sisa konstruksi. Sekat-sekat antar client masih digergaji, tembok belom dicat, meja billing belum kelar, cat masih bertebaran dimana-mana. Oh my God, gimana mau set-up sistem kalo fisik masih acakadul macem gini jek ??

Ya udah, kita bertiga maen-maen aja ke plasa telkom, ketemuan ma pak Yulius en mbak-mbak cantik yang jadi CS disana. Eh, ada mbak IKA yang nanyain konfigurasi flexi + nokia 2280 + kabel data buat koneksi internet. Selidik - punya selidik, ternyata kabel data yang dipake gak ada masalah, cuman mungkin driver-modem henpon yang dia pake blon keinstall bener tuh.

Abis ngobrol-ngobrol bareng pak yulius, kita baru tahu kalo internet-center yang di Pahlawan itu bakal diresmiin besok paginya, tanggak 27 SEptember ‘05. Wah… dalam hati langsung bilang BLAIK!! Berat para rawuh….. gimana bisa jadi dalam satu malem tuh warnet ? emang kita hanoman or bandung bondowoso ???

Kita bertiga susun strategi, kelar diskusinya, kita bagi tugas dulu, sore itu juga kita bikin proxy-proxy-an pake salah satu proxy yang jalan di windows, tuh komputer bakalan jadi serper proxi sementara buat testing segala-hal-nya.

Malem harinya jam 8 malem kita bertiga balik lagi ke pahlawan, aku dateng paling awal, ketemu mas siswono en pak heri (dari kopegtel). Sambil tetep geleng-geleng kepala ngeliat progress fisik yang masih kaco beibeh… jam segitu masih pada bikin sekat, ngecat tembok, benerin lampu en AC, dan kerjaan pukul-memukul lainnya. Sambil nunggu komputer, diputuskan untuk “leren” (istirahat) sejenak di multimedia.

Menunggu emang boring banget, apalagi kalo naga yang ada di perut udah meronta-ronta minta jatah, yo wes, daripada nganggur mending cari makan. DApet makanan di simpanglima, depan matahari dept. store, nasi ayam disana agak lumayan, jam 11-an blon begitu rame, tambah lagi abis ujan. Dingin - dingin ngeleh emang sux..

Setelah makan, baru nyadar kalo bensin di tangki sedang mengalami masa kritis, padahal hari itu semua pom bensin lagi rame-ramenya. TArget operasi waktu itu adalah pom bensin di depan RRI, eh.. disana antrian setidaknya ada 100 ekor sepeda motor, pindah tempat ke POM bensin depan KFS pandanaran, kondisinya agak kurang, tapi tetep aja ngantri at least 30-40-an motor. Dasar udah gelap mata, diputuskan untuk mencoba PERTAMAX. Hasilnya duit 18750 rupiah buat ngisi sekitar 3 liter BUSYET !!!!!!!!! KApok aku kena kayak gini…

Balik lagi ke kantor, kondisi fisik bangunan masih dalam proses (furnitur masih di-cat en beberapa sedang dalam proses pembuatan). Kita pikir daripada nganggur, mendingan ngurusin komputer client dulu aja. 16 biji tetep lumayan juga daripada cuman nunggu rak genah.

Ampir satu jam ngurusin tuh client, gak susah kok, cuman install firefox, ym, format harddsik, en nge-patch windows. terima kasih banyak buat pak bambang irawan buat waktu en tempatnya di lab multimedia, komputernya udah kita balikin seperti semula kok pak, suwun sanget…… :D

Sementara kita ngurusin kompie client, temen2 yang laen (mas budi, mas sarjono en mas siswono +beberapa orang laennya) mulai pasang kabel LAN dan kabel listrik serta beberapa asesoris elektrik (AC, lampu, dsb). Abis satu roll kabel UTP cuman buat gituan, sigh, boros bener…

Pekerjaan berikutnya adalah tidur sampe dapet konpirmasi ulang dari mas budi, lumangyan, sekitar 1-2 jam, udah lupa pastinya, tapi sekitar jam 1/2 5 pagi baru dikonpirm ma mas budi. OK, SIAP JURAGAN !!! dimulailah pekerjaan yang sebenarnya, set-up segala rupa, pasang kompie, tarik kabel, crimping, setting ip, angkut2 switch en dslam, dan segala rupa kegiatan laennya.

Semuanya baru bisa kelar jam 7 pagi, 1 jam sebelum upacara pembukaan. Alhamdulillah !!!……
pembukaan

Sebenarnya set-up sistem mah (insya 4JJI) gak pake lama, beberapa jam bisa, tapi instalasi fisik laennnya itu loh yang gak kuku’…… lantai-nya juga masih pada jebol *waktu pertama kali dateng*, soalnya semua instalasi kabel tanem di underground (utp, electrical, etc).
buron

September 27, 2005

bandung bondowoso ????

Filed under: macem - macem

bikin warnet dalam waktu satu malam…

dasar na’udzubillah hi mindazalik !!!

mereka semua emang kejam!!! tak bermoral !!! pembunuh berdarah dingin!!!!! + darah tinggi kata mas sarjono……

misal semua kerjaan dibikin model kayak gini, dalam waktu satu tahun pasti kita bikin 365 warnet.
tapi juga memakan korban 365 nyawa

OK ????

bandung bondowoso ????

Filed under: macem - macem

bikin warnet dalam waktu satu malam…

dasar na’udzubillah hi mindazalik !!!

mereka semua emang kejam!!! tak bermoral !!! pembunuh berdarah dingin!!!!!mta,mbah darah tinggi kata mas sarjono……

misal semua kerjaan dibikin model kayak gini, dalam waktu satu tahun pasti kita bikin 365 warnet.
tapi juga memakan korban 365 nyawa

OK ????

September 25, 2005

Apa yang anda lakukan bila celana anda tiba – tiba sobek sewaktu berada di kantor ??

Filed under: macem - macem

Pertanyaan ini kemaren baru saja terjawab oleh diri saya. Yup, benar sekali, celana saya sobek waktu jongkok di depan pintu kantor. Untung waktu itu seisi kantor tidak ada, dan pintu kantor tertutup rapat. Tentu saja keadaan tidak menjadi sesederhana itu, ternyata ada saksi mata, idup pula ….. yang menyaksikan kejadian “menyenangkan” tersebut.

Cerita nyata ini terjadi kemarin kamis, tanggal 22 September 2005, tepatnya pukul 13.00 BBWI (Bagian Barat Waktu Indonesia). Seisi kantor akan berangkat untuk acara training di lab. multimedia, perjalanan kira – kira 15 menit (kalo lancar en gak kehabisan bensin tentunya :p). Si Rifqi en candra dapet bagian ngangkutin material promo (standing banner, backdrop, de el el) sedangkan saya dapet kesempatan buat ngangkutin komputer yang sedianya bakal dipake buat nambahin kompie di lab. multimedia supaya jangan sampe ada peserta yang gak kebagian komputer.

Waktu itu kebetulan ada si kholik yang lagi maen ke kantor data internet buat ngambil aplikasi kartu flexi yang lagi aku pesen (eh, lumayan lho, pas flexi lagi ada promo, setaon bebas abonemen en bonus sms cepek tiap bulan). Kholik bantuin bawa monitor, pas dia lagi di depanku, aku lagi benerin sepatu, kelar benerin sepatu, aku berdiri bentar. Nha, ceritanya pas mau jongkok itu tuh kayaknya ada sesuatu yang nyangkut ke celanaku, aku gak ngerti apa, mungkin aku terlalu “semangat” jongkok-nya trus ada sebagian ujung logam di casing kompie yang nyangkut ke celanaku (kayaknya pas jahitan deh). Akibatnya…… KREEEKKK !!!!!! (uups !!! dalam hati langsung dongkol bratzzz). Aku bilang aja, “Blaik !!! kathokku suwek je…. “. Kontan aja Kholik yang pas lagi ada di depanku ketawa lepas, untung gak suaranya gak kenceng tuh. Entah kenapa aku waktu itu pas lagi beruntung banget, jaket yang aku pakai khan ukurannya cukup gedhe, aku lepas en aku talikan ke pinggang, jadi ada yang nutupin bagian sobek tadi.

Abis itu si Rifqi dateng, begitu liat Rifqi dateng en liat si kholik ketawa, dia tanya kenapa ??? aku bilang aja kalo celanaku sobek. Kontan aja dia ngakak buanter !!! (dasar diamputz !!! ada temen lagi kena musibah malah diketawain, awas loe kalo kena yang macem ginian .. huh !!! bentji eike! ). Enggak brenti sampe disitu, si Rifqi malah bilang “Delok sik, ndie sing suwek?? Guedhi rak ???”. Kalimat barusan kalo di-translate ke bahasa Indonesia kurang lebih “Sini liat, mana yang sobek, guedhe gak ??”

Dasar UNTA !!! emang gue hombreng homok gila apa ?? celana sobek segedhe itu diliatin, entar loe nepsu liat daleman gue !… Aku bilang aja ma mereka supaya bantuin ngangkutin komputernya ke mobil, sementara aku balik ke rumah dulu ganti baju. Alhamdulillah, meskipun mereka barusan tertawa di balik penderitaanku, tapi mereka tetep temen2 yang terbaik. Aku kontan aja ngibrit lari – lari kecil ke parkiran, starter motor, terus balik ke rumah buat ganti baju, eh gak celana panjang ding…..

Sampe di rumah aku sempetin bikin skrinsot celana sobek tadi, dibandingkan dengan ukuran hp 8310, bisa diliat sendiri ukuran sobeknya.. silakan pakar multimedia menganalisa sobekan celananya dan metadatanya, asli gak … ?? :p

celana bolong

Sampe di lab. multimedia pas jam ½ dua siang, begitu masuk ruangan, Mbak Retno, en Tyash langsung tanya soal kejadian barusan sambil sedikit ketawa – ketawa. Ya… gitu deh.. emang pas lagi dapet “rejeki” dari Yang Maha Segalanya emang harus disyukuri sebaik – baiknya. Sekali lagi, liat hikmah-nya, untung sobeknya pas lagi di kantor, en sempet buat ganti baju, lha kalo tuh celana sobek pas lagi presentasi or any other important appointment pa ndhak malah celaka suwidakrolas to ??? Ya ndak ???

September 22, 2005

Fenomana kampung gajah

Filed under: macem - macem

Sudah beberapa bulan ini mengikuti kegiatan di salah satu milis id-gmail. Milis ini berisi beberapa ratus anggota dengan tingkat aktifitas yang cukup tinggi. kalo pengen gabung subscribe aja ke id-gmail-subscribe@googlegroups.com.

Kalo diitung - itung semenjak ikutan milis itu aku merasa punya hal - hal yang baru, mulai dari temen baru, komunitas baru, info terbaru dan yang paling penting adalah ngilangin kebosenan kalo pas lagi di depan komputer + kon*k ke internet tapi nggak moody. Banyak banget berita - berita baru yang masuk ke milis, mulai dari yang agak serius, sampe yang PORN!!!

Aku pertama kali dapet info gugel talk juga dari milis ini, dapet info tentang berbagai koleksi lagu en video juga dari sini. Waktu mampir ke jogja en kesasar berat juga gara - gara salah satu penghuni kampung gajah bernama PITO. Sebenarnya waktu itu udah mau ketemu ma si STARCHIE en laen - laennya, tapi ya … pas itu udah malem sih, ya udah…….

Ada beberapa istilah yang digunakan di milis ini, itu bisa dilihat di TAO of ID-GMAIL. Tapi ada juga hal - hal tak tertulis yang menyiratkan bahwa milis hanya dihuni oleh homo dan homowati (ce only). Yaks !!!! HOMO ?? pertama kali juga kaget sih, tapi akhirnya biasa aja.

Masih banyak lagi hal - hal gila yang tidak bisa saya tulis disini (soalnya ini pas lagi jam kantor nih), diantaranya adalah serangan “full attachment” terhadap berbagai e-mail “norak”, komik full color tentang berbagai hal, serta kopi darat beberapa mahluk ke berbagai kota. Tak terhitung pula berapa ekor gosip yang diembuskan dari milis yang berujung di dunia nyata :) )

DEngan masuk ke milis ini, saya memberikan sedikit saran supaya jangan sampai kecanduan, karena lama kelamaan dapat menyebabkan sakit jantung, kanker, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.

September 17, 2005

Komidi putar bertenaga manusia ??

Filed under: macem - macem

Beberapa hari yang lalu daku pergi ke PRPP. Disana ada beberapa pemandangan yang cukup menarik, sekaligus bikin miris. Yaitu adanya komidi putar bertenaga manusia .

komidi puter terkutuk

Dasar pengusaha gilak tak bermoral !!! bisa - bisanya minta suruh orang buat ngelakuin hal macem gitu. Kenapa gak sewa aja mesin entar dikasih semacam rantai ato belt buat ngegerakin komidi putarnya.

Stand komidi puter tersebut dijaga oleh beberapa orang. Mereka saling bagi tugas, ada petugas jaga tiket, trus ada dua orang yang tugasnya narik en dorong (tergantung kondisi) komidi putar. Pertama kali liat aku pikir wah… itu pasti pas pertama aja, istilahnya starting point. Abis itu ya diputer pake mesin dong….. Eh ternyata kagak, kok lama kelamaan enggak berenti tuh mas, malah tambah keringetan.

KAsian banget deh ngeliatnya, kapan ya Indonesia bisa bantuin rakyatnya yang dapet nasib en terinjak - injak macem gini ?

Eh, kalo mau liat beberapa skrinsot dari gambar - gambar waktu di PRPP silakan masuk ke http://flickr.com/photos/achmadi/


Didik “polosjacket” Achmadi

September 13, 2005

Ampuun deh negara gue…

Filed under: macem - macem
Kira – kira hampir dua minggu yang lalu kantor kita ngadain pelatihan internet dasar buat anak – anak sma. Jumlahnya sekitar 20-an orang. Semuanya masih kelas 11 atau kelas 2 sma, tingkat pemahaman dari merekapun sangat bervariasi. Ada yang sudah terbilang mahir pake internet, tapi ada juga yang masih “grotal – gratul” (itu salah satu istilah dalam bahasa jawa yang berarti amburadul). Hal – hal seperti ini kadang – kadang bikin aku jadi agak enggak ngeh dengan kondisi yang sekarang lagi kejadian di negaraku tercinta, INDONESIA…………………………………. training sma

Kadang – kadang aku sempet heran juga dengan kondisi di negaraku, boong banget kalau ada yang bilang negara Indonesia tuh miskin, BOONG BANGET !!!.. Gak percaya ?? coba liat aja di kota – kota besar, berapa banyak bangunan megah yang sedang dibangun, berapa kali dalam 1 jam liat mobil – mobil eksklusif lewat di sekitar kita, pernah ngitung biaya yang dikeluarin buat masuk kuliah ? Itu semuanya butuhin duit yang jelas nggak sedikit.

So.. .??? disisi lain akhir – akhir ini aku sering ngeliat para ibu – ibu di kampung – kampung yang lagi ngantri beli minyak tanah, mbah putri aja bilang masak hari gini masih kayak jaman penjajahan. Trus kalo ada kejadian seperti ini, siapa yang musti bertanggung jawab? Siapa ?? Ada beberapa pendapat yang mengatakan ini bukan salah siapa – siapa, kalau ada sesuatu yang miss, seharusnya dicari solusinya saja, jangan dipermasalahkan orangnya. Ada benarnya juga sih pendapat seperti itu, membangun lebih baik daripada saling menyalahkan, tapi orang yang menyebabkan hal ini dapat terjadi harus bertanggung jawab, benar, TANGGUNG JAWAB !!!!! Gak mungkin ada asap kalau enggak ada api kan ?? antri minyak tanah

Jadi, mungkin (menurut aku) istilah yang bener buat kondisi negaraku tuh bukan kemiskinan tapi kekayaan yang tidak (atau belum) merata untuk seluruh rakyat. Hampir setiap hari aku ngeliat pemulung dan peminta – minta di tepi jalan, terutama di dekat traffic light. Kondisi merekapun teramat sangat bervariasi, mulai dari anak kecil hingga orang tua yang cukup renta, perempuan, buta pula. Aku selalu miris kalau melihat nenek buta tersebut, biasanya aku ngeliat di dekat pasar johar, di perempatan jalan pemuda – johar. Jelas aku GAK BISA TERIMA kalau misal dia masih punya keluarga, terus dibiarin saja kondisinya kayak gitu, jadi peminta – minta di usia dan kondisi fisik en psikis yang jelas sudah saatnya untuk “istirahat”. Aku enggak bisa bayangkan gimana entar tempatnya tuh anak gak tau terima kasih kelak di neraka, bayangin aja gak berani saking takutnya, apalagi ngejalaninnya, Hii…… !!!! Na’udzubillahi mindzalik !

Sempat juga sih pikiranku yang masih “cethek” ini merasakan bahwa negara telah berbuat dzalim terhadap rakyat yang menjadi amanat dari Tuhan YME, Allah swt. (Daku seorang muslim, dalam taraf menjadi seorang muslim yang taat, so… sah – sah aja kan kalo aku bilang sesuai sudut pandangku sebagai muslim. Don’t worry, I always have a good tolerance to any other religion beside Islam). Gimana gak dzalim, ada beberapa pejabat (padahal levelnya belum nasional, apalagi internasional, bahkan masih level kelurahan / kecamatan), yang jelas – jelas membiarkan kemaksiatan dan ketidakadilan terjadi di depan dia. Atau bahkan mereka turut melegitimasi hal tersebut. Butuh bukti ? lihat aja di kantor pemerintahan, mana aja. Kalau kita mau mengurus surat – surat, pasti ada saja salah satu “keparat pegawai” (maaf, seharusnya kata – kata sebelumnya adalah “aparat pegawai”) pemerintah yang meminta uang untuk dalih berbagai macam. Entah itu sumbangan sukarela, atau bahkan sampai dengan paksaan supaya dokumen yang akan diuruskan dapat diproses, bila tidak diberi dokumen tersebut akan mereka tahan sampai waktu tak terdifinisi (anjring kurap!!!).

Bahkan pada suatu waktu salah satu temenku kehilangan handphone-nya akibat ditipu oleh seseorang tak dikenal di mall, waktu mengurus kehilangan di kantor kepolisian pun diminta untuk menyerahkan “uang sukarela”. Udah kehilangan hendphone, lapor polisi dipalak pula. Masih mending kalo handphone-nya bisa balik ato sukur – sukur pelakunya ketangkep. Ini udah 1 taon lebih (kayaknya sih) tuh handphone + pencolengnya melenggang santai tanpa bekas. Peribahasan “Udah Jatuh Ketimpa Tangga” kayaknya cocok banget deh buat jadi ilustrasi cerita ini.

Itu baru salah satu contoh aja. Dan saya yakin masih banyak banget kebobrokan lainnya yang jelas gak mungkin saya tulis disini, kalau semua masalah – masalah tersebut diarsip, mungkin totalnya bisa jadi satu perpustakaan sendiri (mungkin aja khan …). Temen gue di kampung gajah, si FAHMI, pernah nulis di blognya kalo dia hampir saja kena rampok di atas bis kota di kota metropolitan sono. Dia juga pernah tereak – tereak kepada para “ berwajib” supaya lebih becus ngurusin hal – hal yang berhubungan dengan civil services terlebih dahulu sebelum ngurusin teroris segala rupa. Lha logikanya bener juga sih, kalo kondisi internal udah bagus khan keluarnya en ngurusin hal – hal gede macem gitu pastinya jauhhhhh lebih mudah buanget !

Semoga negaraku bisa jauh lebih baik kondisinya daripada hari – hari sebelumnya. Seperti kata – kata bijak bahwa :

Orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin adalah orang yang merugi.
Orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang sia – sia.
Orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung.

Aku selalu berdoa dan berharap semoga kondisi negaraku bisa menjadi “BERUNTUNG” selamanya. Amiinn……….

September 9, 2005

pantai baron…. panas benar..

Filed under: macem - macem

kemaren hari selasa, anak - anak data internet diundang ma pihak mtv sky (mas wawan) buat acara makan - makan. Sebenarnya ngundangnya udah lama banget, sejak bulan kemaren, tapi baru bisa terealisir minggu ini. Tapi hari itu diawali dengan kejadian yang teramat sangat menjemukan yaitu ANTRI BENSIN !!!

dasar pertamini……

norak banget sih, gak bisa ya ngejamin kebutuhan hidup rakyat sendiri.. mulai dari pagi hari sampe siangnya di pom bensin mana aja pasti ada pemandangan menjemukan. orang- orang pada antri bensin kayak jaman perang aja (padahal gue khan gak ngalamin jaman perang, hehe..)

gara - gara itu pulak jadwal buat ke sma sedes jadi terganggu. Untungnya kita gak terbilang telat tuh, lha wong nunggu guru en suster kepala juga terbilang lama juga (sekitar 1/2 jam mungkin tuh). Ceritanya tuh sma sedes pengen bikin jaringan komputer en konekin lab-nya pake internet, nha.. kita2 dapet bagian bikinproposal sederhana tentang proses dan tata cara koneksinya.

Thing’s are gettin’ hot. Pembicaraan kita bergeser ke sistem informasi sekolah dan media sms sebagai salah satu perantaranya. Nha.. ini baru gue banget, sejak pertama kali kenal coding secara serius (mungkin baru sekitar taon 2001-an), gue pengen banget bikin aplikasi buat sistem informasi sekolah, moga - moga rencana ini bisa cepet terlaksana. AMIIN… !!!

Back to our topic. abis itu , sekitar jam 1/2 11 siang kita (pak yoko, candra, daku en pak joko) balik ke kantor dan bersiap - siap untuk meluncur memenuhi undangan mas wawan. Biar kata kita gak pernah kekurangan makan, tapi kalo urusan makan gratis tetep kembali ke jiwa anak kost. MERDEKA !!! HIDUP GRATISAN !!!!

sayang banget tapi gak bisa full team berangkat-nya, soalnya mbak retno katanya sih lagi puasa, ya udah deh. Pasukan data internet beranggotakan :

  • PAk Yoko
  • pak_yoko

  • PAk ASep
  • pak_asep

  • Bu Nanik
  • bu_nanik

  • Mas Afif
  • mas_afif

  • Tyash
  • TyashKit

  • Rifqi
  • rifqi

  • Candra
  • candra

  • DAku
  • didik_or_daku

Aku belon pernah nyamperin ke baron, untung ada candra. dia khan termasuk anak gaul, jadi kalo urusan makan enak, dia (insya 4JJI) pasti tau tempatnya, selama di semarang. Muter - muter di daerah puri anjasmoro, lewat salah satu rumah modifikasi mobil yang keren, namanya kalo gak salah focuz. Duh… itu bo’il - bo’il kok kayaknya keren banget dah, ada jaguar, mercy, de el el yang lagi dipermak abis……

Sampe di baron, mas wawan ternyata udah nyampe disana.dari jaoh udah keliatan individu yang terbilang MONTOX ABIsss. Ngobrol - ngobrol bentar, terus datenglah kru em ti pi yang laen, yaitu RENNY en AI’.

makan_bareng_lagi

makanan di sana lumayan enak, bandengnya mantap, multi rasa pulak. Baru kali itu aku tahu kalo ada yang namanya bandeng krosak (ato apa lah namanya.. udah lupa tuh). Tapi yang jelas enak benar……….. Daku pesen es kelapa muda gak pake gelas, tanpa es. KEnapa gak pake es ?? karena kalo gue minum es, bisa dipastikan badan en tenggorokan berontak tak tentu arah. Tuh amandel di leher bisa mencak - mencak. Akibatnya khan gue sendiri yang kena.

Hari itu pas si candra lagi ulang tahun, wah.. beruntung sekali dia, pas ulang tahun, ditraktir pula. benar - benar pria beruntung. Kita ngobrolin macem - macem, mulai dari mas wawan nagih sisa pembayaran, sampe planning acara buat bulan puasa. Em Ti Pi coba ngajuin proposal yang isinya event yang bakalan dia gelar pas bulan ramadhan. En kantor kita diminta buat support acara itu.

makan_bareng

Basicly, pak yoko sih setuju - setuju aja, asal ada unsur internet-nya. tapi kayaknya harga yang ditawarin mas wawan terlalu tinggi deh. mungkin masih perlu nego lagi buat realisasinya.

Satu hal yang jelas adalah kelapa muda yang dikasi di sana benar - benar menggairahkan. Kalo gak percaya, silakan cek sekrinsyut yang gue kasih di bawah ini.

es_degan

Abis acara makan - makan, kita langsung shopping ke citraland mall, cari kawos yang agak branded (merek hammer) en jaket seragam buat kita (the EXECUTIVE). Kita pesen kawos hammer 150 biji en jaket 8 ekor. KAwos segitu banyak ceritanya mo dipake buat amal, ya… amal… dikasi ke pelanggan.

Mau gue jadi pelanggan terus - terusan kalo tiap hari dikasi kawos macem gituan.

September 2, 2005

why I put my blog here ?

Filed under: macem - macem

I’ve already have several blogs, well.. umm… err.. actually I only have two blogs. All of them are in blogspot. why blogspot ??? cause blogspot are simple and quite powerful to manage all my post. But recently blogger are sucx**. My posts often missed and the service is not responsive. for example, I posted my blog today, and the index sometimes published next day……. But the must su** is that my posts often failed after several minutes typing.

Well, this blogsome is wp powered tool. Powerful, responsive and the most important is fun.. I can’t describe what the word “fun” mean is, I just feel it. If any of u ever try wordpress and feel fun too, perhaps u can help me describe the word fun is.

My previous blog is polosjacket.blogspot.com and achmadi.blogspot.com. The first one, is for personal blog, and the scond is for serious and english-ed version. But after I worked at my last job, I have less time to manage all those blog. Perhaps with this blog movement into blogsome, I’ll have more fresh environment to continue make writing.

full face

Hopefully…

August 3, 2005

first post

Filed under: macem - macem

hello….. akhirnya saya terlahir di dunia ini…

dapet link blogsome abis maen dari blognya Enda, eh bukan yo… dari blog-nya GOLDA. Selama in daku masih nyari blog yang pake wordpress en gratis, maklum lah.. kita khan cheap bastard

Template ini dibikin oleh orang laen. Tapi dipake oleh Didik Achmadi

Mo kirim e-mail ? Ke achmadi@gmail.com aja....