Lawang Sewu ? Apakah yang pertama kali terpikir di benak anda semua bila mendengar kalimat ini ? Bilakah anda langsung teringat pada suatu makanan nikmat ? Atau mungkin pikiran anda langsung tertuju pada sosok seseorang ? Bila pertanyaan ini tertuju kepada saya, jawaban saya [mungkin] akan bersinggungan dengan tempat horor, angker, eksotis dan indah. Ya, indah sekaligus mistis, kenapa ? Kenapa harus saya katakan hal-hal seperti itu ? karena ini adalah kenyataan. Entah percaya atau tidak tergantung anda menyikapinya [agak sedikit mirip dengan suatu slogan tayangan misteri di salah satu stasiun televisi rupanya :p]
Lawang sewu merupakan salah satu sosok bangunan yang berdiri tegak, tegar menatap perkembangan kota Semarang. Letaknya tepat di jantung utama kota tersebut, di salah satu sisi persimpangan Tugu Muda, strategis, terbuka luas dan mudah sekali menemukannya [kalau sampai kesasar kebangeten banget
]. Tempat ini secara hukum berada di bawah kekuasaan dinas PJKA [kelihatannya sekarang instansi ini berubah nama menjadi perum atau persero]. Bangunannya tegak berdiri selama [mungkin] seabad lebih, dibangun oleh bangsa Belanda yang sempat merasakan nikmatnya bumi Nusantara.

Kenapa dinamakan Lawang Sewu ? Lawang Sewu terdiri dari kata Lawang dan Sewu. Lawang artinya adalah pintu, dan Sewu berarti seribu. Bila diartikan secara harfiah menjadi Seribu Pintu. Entah siapa yang menamakan bangunan tersebut dengan Lawang Sewu, yang jelas nama tersebut tetap lekat hingga saat ini. Dari namanya jelas komponen pintu menonjol, karena pintu yang terdapat di ruangan ini sangat banyak [penulis belum pernah menghitung secara pasti]. Kabarnya, dulu bangunan ini adalah bangunan untuk pengurusan administrasi dan kemiliteran bangsa Belanda yang ada di Semarang.
Bangunan Tugu muda terbuat dari campuran bata, semen, pasir, kayu [jati tentunya], sebenarnya komponen dasarnya biasa saja, seperti bangunan saat ini. Namun ada beberapa yang membedakannya dengan bangunan-bangunan kontemporer, diantaranya adalah kualitas bahan bangunan, desain, serta tentu saja kualitas pengerjaannya. Saya teramat sangat sanksi bila saat ini orang Indonesia memiliki dedikasi yang sama seperti dengan “rasa” serta kualitas seperti lawang sewu. Setelah sekian lama, masih tetap tegak, dengan bahan yang relatif belum berubah [hanya perbaikan kosmetik di beberapa lapisan luar saja]. Lantai yang digunakan masih tetap sama, pondasi yang menopang keseluruhan bangunan belum banyak berubah, panel jendela dan pintu [sebagian besar] masih relatif sama, bahkan material untuk teras belum berubah, mungkin hanya mengalami pengecatan di sana sini.
Struktur bangunan terdiri dari dua buah lantai, ruangan bawah tanah, serta beberapa bangunan yang berdiri terpisah [kelihatannya sekitar 4 buah bangunan kecil mengelilinginya]. Lantai pertama [akhir-akhir ini] kadang-kadang digunakan untuk menyelenggarakan ajang eksibisi, namun lantai kedua dan lantai bawah tanah biasanya tertutup untuk umum. Bangunan-bangunan penunjang yang mengelilinginya dibiarkan terbengkalai, kecuali salah satu bangunan yang terletak di sisi timur yang digunakan sebagai tempat tinggal.
Kondisi bangunan secara umum menurut penilaian saya masuk ke kategori memprihatinkan hingga sangat memprihatinkan. Mengingat kebesaran namanya yang disandang hingga kini, bangunan ini sangat tidak terawat, perawatan yang diberikan tidak sebanding dengan nilai historis yang terdapat disana. Kaca jendela yang terbuat dari kaca sudah banyak [sekali] yang pecah, beberapa pintu sudah rusak, rumput yang tinggi dan tak terawat di sisi tengah maupun belakang bangunan, lantai yang kotor dan kusam. Bahkan ada ruangan di sisi belakang di lantai satu yang difungsikan sebagai kandang ayam, ya…. kandang ayam. Saya sangat terkejut dan heran dengan kondisi tersebut.
Pada awal mula tulisan ini saya mengatakan secara implisit bahwa Lawang Sewu menyimpan nuansa mistis, hal ini bukan merupakan opini pribadi melainkan kenyataan yang sudah dibuktikan oleh berbagai pihak. Pemirsa tayangan misteri Dunia Lain yang ditayang kan di TransTV mungkin pernah menyaksikan uji nyali yang dilakukan di bangunan ini dan hasilnya peserta yang bersangkutan gagal untuk menyelesaikan tugasnya. Pada tayangan tersebut terlihat sosok bayangan menyerupai wanita berambut panjang dengan pakaian putih yang datang mendekat ke peserta uji nyali tersebut. Sosok tersebut terlihat jelas di rekaman video. Selain itu banyak sekali kejadian [kebanyakan masih berupa cerita] mistik yang disaksian oleh orang-orang di sekitar area Lawang Sewu.
Pernah tersiar kabar bahwa Lawang Sewu akan dijadikan hotel beberapa tahun silam, namun sepertinya hal tersebut tidak pernah terlaksana. Faktor penyebab tidak terlaksana pembangunan tersebut juga tidak jelas hingga sekarang [mungkin ada yang bersedia menambahkan ?].
Ada beberapa hal menarik sehubungan dengan Lawang Sewu, diantaranya adalah adanya lorong yang menghubungkan antara Lawang Sewu, SMAN 3 Semarang [di Jalan Bodjong atau Pemuda] dan SMAN 1 Semarang [jalan Mentri Soepeno]. Lorong tersebut digunakan oleh para pejuang kemerdekaan untuk lolos dari kejaran musuh. Pada saat saya menanyakan hal tersebut dengan salah satu orang yang “tahu banyak”, dia mengatakan bahwa lorong tersebut telah ditutup dan tidak diketahui keberadaannya. Sayang sekali bila hal tersebut tidak terdokumentasi dengan baik. Karena aset sejarah semacam ini sangat langka di dunia, mungkin bila para profesional dunia film berniat untuk mengangkatnya ke layar kaca ataupun layar perak dengan sedikit tambahan cerita yang kuat, pasti akan berpengaruh banyak.
Belum lagi mengenai kisah tengkorak yang ditemukan di salah satu ruangan bawah tanah yang [kabarnya] berjumlah sangat banyak, kemudian kisah pembantaian serta kekejaman perang yang pernah terjadi di bangunan ini. Bila ada saksi sejarah yang bersedia menceritakan berbagai hal tentang bangunan ini, saya dengan sangat senang hati untuk mempublikasikannya di Internet.
Btw, saya pernah memasuki area bawah tanah yang digunakan pada prosesi uji nyali dan berbagai kejadian buruk masa lalu tersebut, memang kondisi ruangan tersebut cukup membuat nyali kecut. Untuk deskripsi ruangan bawah tanah tersebut, mungkin akan saya kemukakan nanti. Silakan tunggu tulisan berikutnya :p


Aduh, jadi pengen ke sana… .
Comment by Joan — October 30, 2005 @ 10:32 am
*ketauan… alumni Taman Lawang…*
Comment by rendy — October 30, 2005 @ 3:36 pm
*ketauan… alumni Taman Lawang…*
Comment by rendy — October 30, 2005 @ 3:39 pm
*ketauan… alumni Taman Lawang…*
Comment by rendy — October 30, 2005 @ 3:39 pm
*weks… koment gw kok berkali-kali ya… hapus 3 biji dong…*
Comment by rendy — October 30, 2005 @ 3:42 pm
pengen moco … kok isine dowo tenan …
Comment by Bahtiar — October 30, 2005 @ 11:45 pm
DASAR RENDY PENGGEMAR BERAT TAMAN LAWANG
*injek2 rendy*
btw postingan ini sangat menggugah hati
Comment by basibanget — October 31, 2005 @ 1:42 am
injek2 rendy juga..
bilang aja kalo sering maen ke taman lawang.. pasti persenel eksperiens..
Comment by achmadi — October 31, 2005 @ 2:14 am
perseneling ekspiriens saya merazia penghuni taman lawang bersama pol pamong praja…
*nangkepin didik sama Markum basi…*
Comment by rendy — October 31, 2005 @ 5:22 am
hmm.. besok saya bikin posting tandingan. la*ang sewu.
*ngeloyor*
Comment by lantip — October 31, 2005 @ 5:24 am
oh ….
Comment by odir — October 31, 2005 @ 7:19 am
aah……..
Comment by lilis — October 31, 2005 @ 9:33 am
Hmm, kalo ada 2 hal yang harusnya kita pelajarin dari Belanda, itu [1]Konstruksi Bangunan, yang kuat banget dan tahan hujan panas; [2]Pengairan, cara mereka mengatur pengairan sebenernya hebat! Karena Belanda itu tanahnya di bawah permukaan laut.
Sayangnya pemeliharaan Bangunan dan Kawasan Kota Lama di Semarang dari dulu cuma sebatas wacana doang ya…
btw, nice blog!
Comment by @rieF — November 1, 2005 @ 2:43 am
nunggu cerita lanjutannya aja ah
Comment by adams — November 1, 2005 @ 6:04 am
DIDIK PAS KE LAWANG SEWU APA NYASAR??
ATO CUMA BERANI MOTO DARI LUAR DOANK…TAKUT GA BISA KELUAR?? XI XI XI…
Comment by Junkerz side B — November 2, 2005 @ 4:03 pm
antara taon 1979 s/d 1981, saya pernah tinggal di semarang… waktu itu, menurut pengliatan saya juga kurang terawat, kayak katanya Dee Dix di blog ini sekarang,… duh kasian, taman lawang… eh, lawang sewu…
Comment by pAkdE gAtOt — November 18, 2005 @ 8:48 am
MINTA INFORMASI LEBIH TENTANG LAWANG SEWU DONG. AKU HRS BIKIN PAPER SELENGKAPNYA TTG LAWANG SEWU. KALO ADA SEKALIAN DATA KUNJUNGAN WISATAWAN DISANA. THANKS.
Comment by CAHYO — November 22, 2005 @ 9:32 am
buat #17 (Cahyo).. wah.. kalo minta data lengkap saya juga gak punya…
kalo ada malah saya pengen minta kok
Comment by achmadi — November 22, 2005 @ 10:01 am
tahnk’z alot, gara2 artikel lo, tugas gue terselamatkan…hahahaha (hiperbolis sekali)…
Comment by chikma — June 25, 2006 @ 6:07 am
were team gonna be there on july 24 th 2006
c u there
Comment by akson — July 20, 2006 @ 7:29 am
gw baru2 ini pergi ke lawang sewu, memang tempatnya lumayan mistik, tapi sejarahnya juga bagus.sayangnya tempat ini nggak terurus baik, dibiarin gitu aja,dan malah dijadiin tempat tinggal sama beberapa orang, udah gitu “guide”nya itu lebih banyak cerita tentang mistiknya daripada sejarahnya
Comment by milanesta — September 13, 2006 @ 2:55 am
gw baru seminggu yang lalu tuh kesana..emang bikin merinding si tempatnya,baru di luarnya aja udah terasa aura mistisnya tapi sebenernya tuh gedung kalo dirawat mungkin bisa jadi lebih nyaman kali ya..apalagi kalo di bikin hotel kan udah mendukung tuh ruangannya banyak plus di tengah2 kota semarang lagi!trus seharusnya yang ditekenin tuh jgn mistisnya aja tapi nilai historisnya juga..mmm btw waktu di lawang sewu sempet ngobrol2 ma cowo cakep tapi sayangnya gw ga nanya namanya pokoknya bae bagt deh.dia kerja di bmg..^_^
Comment by wiwid — September 19, 2006 @ 4:01 am
aq pinjem blog u dulu ya,bwt bikin laporan ;p
makacihh….:)
Comment by cewek cute bgt — September 26, 2006 @ 6:59 am
saya asli semarang dan alumni sma3 semarang. bagi yang ingin tau lebih banyak bisa kirik2an email dg saya. trims
Comment by danny — November 1, 2006 @ 4:10 pm
hi serem gedung tua Ayo kta bersih2kan gedung it dr sampah
Comment by Lukman — November 25, 2006 @ 1:36 pm
saya pernah ke lawang sewu tersebut dan saya sangat kagum dengan bangunan yang indah dan megah tapi saya terus terang kurang puas karena ada sesuatu yang saya rasa kurang di sana, saya juga tidak tau apa itu tapi saya, dari situ saya pingin banet untuk menguak lebih lanjut tentang lawang sewu lewat film dokumenter saya.
Comment by adnan — November 26, 2006 @ 5:07 am
dengar cerita lawang sewu aku jadi ingin kesana..moga aja yang tulis ini sukses slalu..
Comment by hermawati — January 14, 2007 @ 6:02 pm
sebenernya lawang sewu mau dijadiin hotel itu memang benar
tapi karena terlalu banyak setan, hantu dan jin2 sampe2 para exorcistpun tak kuat melawan(mengusir) akhirnya lawang sewu tidak jadi dibikin menjadi hotel
Comment by xxx — February 27, 2007 @ 12:16 pm
gue pernah dua kali kesana.
gak ada yang angker, yang ada & yang biki gua takut itu malah pemandunya, gila, kayak preman Sunan Kuning….
Comment by aboudiaby — April 21, 2007 @ 1:37 pm
wah kemarin saya lewat sana, tapi gak sempet masuk. Teman saya cerita kalau dibawah tanah itu ada penjara 1x1 meter untuk 5 pejuang indonesia. Bayangin gimana bisa selonjor apalagi tidur! bersyukurlah kita hidup dizaman kemerdekaan. Mari bekerja keras membangun bangsa, jangan sia2kan darah dan keringat pejuang kita dahulu *pesan sponsor*
Comment by herik — April 27, 2007 @ 3:15 am
bangunan memang sangat kuat dan dari bahan-bahan pilihan, perhitungan teknis terlihat terencana dengan baik, orang asing (belanda) saja membangun dengan serius di negeri orang, nah bagaimana dengan kita sebagai pemilik negeri, malu dong kalau bisanya cuma merusak, atau kalau membagun cuma setengah-setengah dengan biaya yang mahal , kapan negeri ini bisa maju dan mampu bersaing dengan bangsa lain , lawang sewu memang hebat tetapi menjadi wujud nyata dari kebodohan kita
Comment by jack Smg — May 9, 2007 @ 1:37 am
bangunan memang sangat kuat dan dari bahan-bahan pilihan, perhitungan teknis terlihat terencana dengan baik, orang asing (belanda) saja membangun dengan serius di negeri orang, nah bagaimana dengan kita sebagai pemilik negeri, malu dong kalau bisanya cuma merusak, atau kalau membagun cuma setengah-setengah dengan biaya yang mahal , kapan negeri ini bisa maju dan mampu bersaing dengan bangsa lain , lawang sewu memang hebat tetapi menjadi wujud nyata dari kebodohan kita
Comment by jack Smg — May 9, 2007 @ 1:40 am
butuh banget nihh data2 lawang sewoe bwath kartul..
bingung cari dmn…
interest bgt kesana!!!!!
Comment by vhen — May 30, 2007 @ 3:27 am
wow, jadi pengen k sn sekalian mao uju nyali nih !!!
Comment by R4mZ — July 5, 2007 @ 9:42 am
Kemaren baru dari sana……jadi ini tempat uji nyali yang paling mengerikan itu….gila serem abieess…..sampe2 pas nonton di TV tereak2…apa ituuuuuuuuu…..apa ituuuuuuu………hiiiii…kirain cuman halusinasi…tapi masa semua orang bisa liat…..setannya pengen tampil juga kali yeeeee….biar disorot gitu.,…
Comment by free — July 6, 2007 @ 11:14 am
Kemaren baru dari sana……jadi ini tempat uji nyali yang paling mengerikan itu….gila serem abieess…..sampe2 pas nonton di TV tereak2…apa ituuuuuuuuu…..apa ituuuuuuu………hiiiii…kirain cuman halusinasi…tapi masa semua orang bisa liat…..setannya pengen tampil juga kali yeeeee….biar disorot gitu.,…
Comment by free — July 6, 2007 @ 11:17 am
yeah… ntw mah kampoeng gw……. sodara gw banyak disono…….hehehe
Comment by cakry lientang w — August 26, 2007 @ 4:25 am
Teman-teman yang masih penasaran dengan seluk beluk LAWANG SEWU, sebentar lagi pada pertengahan september ini akan ada film layar lebar yang menceritakan kisah anak remaja yang terjebak di tengah mistisnya LAWANG SEWU. dan lebih serunya, teman-teman harus nonton pembuatan filmnya (Behind The LAWANG SEWU) di dalam nya berisi komentar-komentar tentang hal-hal yang gaib dan kejadian selama proses syuting…..Waaaahhh…pokoke seru…serreeem….sangat menakutkan…
Comment by Yulius Indra — September 1, 2007 @ 2:30 pm
ngeri banget t4nya…
Comment by tya — September 12, 2007 @ 3:20 am
sebenernya gw nasih bingung ????? bener gak sih ada hantu yang namanya VAN HELEN.itu katanya hantu belanda.terus cerita LAWANG SEWU yang di bioskop bener gak c,adanya???
Comment by arum — September 24, 2007 @ 10:31 am
seereeemmmmm!!!!bgtssss!!!.,.*
Comment by ch@2 — September 25, 2007 @ 1:55 am
gw baru aja nnton film nya kemaren ,,,
g serem ah.. maunya filmnya itu ada hubungan nya dengan sejarah , masa filmnya g nyambung bangat tiba2 ada orang bunuh diri teruz jadi hantu, harusnya film itu nyeritain pembunuhan waktu zaman belanda
Comment by ryan — September 25, 2007 @ 5:11 am
Ini bener2sereem gedung tua tapi penungunya masih muda! hantu kalee yang perawan
Comment by Adam — September 25, 2007 @ 6:18 am
Lawang Sewu?seinget gw sih itu kantor bekas peninggalan belanda.katanya byk hantunya?pernah dijadiin hotel juga,tp kagak laku.juga pernah dijadiin benteng pertahanan gitu.serem juga sih,apalagi lorong bawah tanahnya.pengen deh kesana…kalo bisa pas malem jumat kliwon.
Comment by LunaAndarina — September 29, 2007 @ 5:40 am
KmREn W bru NonTon Tuch CerItaNya BiaSa aJa Yaaaaaa..
W pNgennYa LngSunG pRgi KsNa brPariwisaTa SaMA Tmen2x Kmpus W.
bIar W tau LngSunG KeaDaan Or KjaDIAN pa Ja Yg AKn TrJAdi…
Sreeeeeeeeeemmmm Ga Sich???
Comment by Han_ny — October 2, 2007 @ 6:16 am
kenapa yach tempat menarik kayak gitu dijadikan cerita horor, padahal kalo dipublikasikan dan dirawat,bisa jadi aset pariwisata lho..kan banyak tuch turis-turis yang demen sama history places!!!daripada jadi tempat uka-uka atau main jelangkung…
Comment by ikha — October 3, 2007 @ 10:08 am
kenapa yach tempat menarik kayak gitu dijadikan cerita horor, padahal kalo dipublikasikan dan dirawat,bisa jadi aset pariwisata lho..kan banyak tuch turis-turis yang demen sama history places!!!daripada jadi tempat uka-uka atau main jelangkung…
Comment by ikha — October 3, 2007 @ 10:09 am
gak serem2 amat deh critanya…pi,bner ga seh da tengkorak d stu..wiiih…atyuyt,,,kyknya seru deh law tuh tmpt di jelajahin,,keyennnn..sXan j ngadain `ritul2` gt deh..
hihihihi,,,,,bubye..
Comment by elin — October 8, 2007 @ 4:02 am
tuh tmpat kyaknya keyen bgt law di jelajahin + d seLidikin + dijadiin tmpt maen jeLangkunG,,hehehe…tw dijadiin tmpt uji nyali j sXan,,ya ga,,??pi,masa ya da tengkorak di sna..wiiihh,,atyuut,,brbrbrb,,,bubye
Comment by elin — October 8, 2007 @ 4:13 am
tuh tmpat seru bgt law di jadiin tmpat uji nyali,,,,
Comment by elin — October 8, 2007 @ 4:17 am
gw d critaiN sama bokap gw.. waktu itu dia ke ruaNg bawah tanahnya Lawang Sewu.. udah gt ada “guide” khusus kalo masuk situ..namanya “mBaH TunggaK” dia katanya mang juru kunci d LawaNg sewu..daH gt sblum masuk situ mBah tuNggaknya ngoMong gni
“PERMISIPERMISI.. INI CUCU2-CUCU SAYA MAU JALAN-JALAN DI SINI.. TOLONG JANGAN DI GANGGU.. KALO ADA APA-APA URUSANNYA SAMA SAYA” tapi dalam bahasa BelaNda…. seRRREEEEEMMM ajjjjaaaaaa….
Comment by atieH — October 21, 2007 @ 5:58 pm
lawang sewu tu bngunan tua,syerem,mystic. dsini tu tmptnya hntu2 reuni!!!!!!!!! smuanya ada dLawang sewu…… klo mo nyari dsana aja psti ktemu………
Comment by QQ_weny — October 23, 2007 @ 1:48 am
waduh….kalo itu aku emang belum pernah dateng,tapi ada satu sodara aku yang dulu emang pernah kesana.n itu nenekku,,,gak cuma dateng baru2 ini,tapi waktu perangnya…jadi yang jelas ” LAWANG SEWU ITU ANGKER !!!!!”
Comment by septi be_i — October 31, 2007 @ 5:49 am
……(^_^)hiiii………..dlu aj gw pnh maen k semarang lawang sewu tntunya gw mrinding bgt’e.kalo gw bleh usul ya mendeng bngunan kyk gne d AMBRUKIN….!!!!!!!!!hahahaha
Comment by arief wonk jogja — November 10, 2007 @ 1:37 pm
wah pengen mrana keh,rasane apa ya?
Comment by agustin — November 21, 2007 @ 4:03 am
gmn yaw kagak serem
Comment by laura — November 26, 2007 @ 12:56 pm
Lawang sewu……?!!?
Tau ahh….
Yg jlz tulisan lo ttg Lawang sewu ni
kci inspirasi gw bwt bkin film b’bau
horror lg….
kLO gw perlu informasi lg,,
bLh dnk gw nanya2…?!?!
Thx b4….
Comment by Diphi — March 6, 2008 @ 1:59 pm
Dilorong Bawah Tanah terdapat Penjara Jongkok dan Penjara Berdiri. Ukuran Penjara Jongkok 1x1mtr, tingginya sekitar 60 cm dan di isi air sekitar 30 cm. Para tahanan dipenjara dalam posisi Jongkok dan penjara itu diisi oleh 6 orang dengan kaki setengah terendam air. Begitu juga dengan Penjara Berdiri, dengan Ukuran 1x1mtr. Para Tahanan ditahan dlam posisi berdiri dan Penjaran itu diisi sebanyak 6 orang. Kebayangkan Sadisnya BELANDA dan JEPANG.
Comment by rocky — April 5, 2008 @ 6:18 am